Jumat, 12 Oktober 2018

#SIP SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


⁂ SISTEM
   ↝ Menurut Taufiq (dalam Muharto dan Ambarita 2016) sistem diartikan sebagai kumpulan dari sub-sub sistem baik abstrak maupun fisik yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    Mengutip pengertian sistem menurut McAshan (dalam Neolaka dan Neolaka 2017)  adalah sebagai strategi yang menyeluruh atau rencana dikomposisi oleh satu set elemen yang harmonis, mempresentasikan kesatuan unit, masing-masing elemen punya tujuan sendiri yang semuanya beraitan terurut dalam bentuk yang logis.

    ↝ Marimin, dkk (2006) Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.

    ↝ Krismiaji (2015) mendefinisikan bahwa sistem sebagai serangkaian komponen yang dikoordinasikan untuk mencapai suatu tujuan. Wundt (dalam Basuka 2008) psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia.
    
    ↝ Pengertian sistem menurut Jogiyanto dalam (Hutahaean, 2014) adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu,. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi. Definisi sistem menurut Lani Sidharta dalam Hutahaean, 2014)  sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan yang sama. 
    
    ↝ Dari beberapa ahli yang menjelaskan definisi sistem, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu jaringan kerja prosedur-prosedur dan set elemen yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama menggambarkan kejadian-kejadian objek nyata dan berusaha mencapai suatu tujuan tertentu untuk melakukan kegiatan.

⁂ INFORMASI
     ➾ Menurut Mulyanto (2009) informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kajdian yang nyata.
  
    ➾ Dijelaskan juga pengertian informasi yang sedikit berbeda oleh Hutahaean (2014) yaitu informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data. Data kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian- kejadian adalah kejadian yang terjadi pada saat tertentu 

   ➾ Informasi menurut Kusnandar (2007) merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengambil suatu keputusan. 
   
   ➾ Menurut Gaol (2014) informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan- keputusan yang sekarang atau yang akan datang.

   ➾ Jogiyanto (2009) mengemukakan definisi informasi adalah data yang dioleh menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. 

   ➾ Dari beberapa ahli yang mendefinisikan informasi, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sebuah hasil dari data suatu kejadian-kejadian yang diolah menjadi suatu data yang berguna dan mempunyai nilai bagi penerimanya.

⁂ PSIKOLOGI
   ↬ Syah (2001) menjelaskan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka maupun tertutup pada manusia, manusia selaku individu maupun kelompok dan dalam hubungannya dengan lingkungan.

  ↬ Menurut Dakir (1993) psikologi membahas tingkah laku  manusia dalam hubungannya dengan lingkungan.

   ↬ Shalahuddin (1990) mendefinisikan psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkahlaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan sekitarnya. Aspek yang dipelajari dalam tingkahlaku manusia tersebut meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. 

   ↬ Sedangkan menurut Ahmadi (2003) psikologi adalah ilmu yang meneliti dan mempelajari tingkahlaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Wundt (dalam Basuka 2008) psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia. 

   ↬ Dalam beberapa ahli mengemukakan definisi dari psikologi, maka dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkahlaku manusia, baik manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok dan manusia dengan lingkungannya.

⁂ SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
 ➪ Dijelaskan dalam Satiadarma (2004) tentang pandanganpsikologi kognitif otak merupakan pusat pengolahan informasi yang diperoleh daru pengalaman hidup sehari- hari yang ditangkap oleh penginderaan. Hasil informasi dikirimkan melalui jaringan saraf tertentu ke susunan saraf pusat di otak.

➪ Psikologi dalam lingkup sistem informasi sangat penting, dimana teknologi pada zaman ini sudah sangat meluas sehingga pengerjaan dengan cara manual tanpa bantuan dari sistem akan sulit untuk dikerjakan. Sistem informasi psikologi juga suatu sistem dimana di dalamnya terdapat kombinasi dari manusia dengan teknologi yang dapat mengolah data mengenai perilaku atau tingkah laku manusia sehingga menghasilkan informasi yang ditujukan untuk tujuan tertentu.


Daftar Pustaka

⋆Ahmadi, A. (2003). Psikologi umum (edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta
⋆Basuki, A. M. H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Gunadarma
⋆Dakir. (1993). Dasar-dasar psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Gaol, D. (2014). A to z human capital manajemen. Jakarta: Grasindo.
⋆Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.
⋆Jogiyanto, H. M. (2009). Analisis dan desain. Yogyakarta: Andi Offset.
⋆Kusnandar. (2007). Guru professional implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan sukses dalam sertifikasi guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
⋆Muharto., Ambarita, A. (2016). Metode penelitian sistem informasi: mengatasi kesulitan mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian. Yogyakarta: Deepublish.
⋆Mulyanto, A. (2009). Sistem informasi konsep dan aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
⋆Neolaka, A., Neolaka, A. A. G. (2017). Landasan pendidikan: dasar pengenalan diri sendiri menuju perubahan hidup. Depok: Kencana.
⋆Satiadarma. M., P., & Zahra. P., R. (2004). Cerdas dengan musik. Jakarta: Puspa Swara.
⋆Shalahuddin, M. (1990). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Andi Yogyakarta
⋆Syah, M. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Minggu, 30 Oktober 2016

2PA04 - TUGAS 2 - KELOMPOK 5 - Psikoterapi: Psikologi Klinis dalam Internet

PSIKOTERAPIS DENGAN BANTUAN INTERNET
            Psikoterapi (psychotherapy) dapat diartikan sebagai terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran. Menurut Hamdani (2001), psikoterapi adalah pengobatan penyakit dengan cara kebatinan atau penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental atau pada kesulitan penyesuaian diri setiap hari. Sedangkan Maznah dan Zainal (2003), berpendapat bahwa psikoterapi adalah suatu proses membantu individu bermasalah yang lebih serius dengan jangka waktu pengobatan yang lebih lama dan melibatkan peranan psikiatris yang berkemahiran dalam bidang psikologi dan pengobatan. 
            Tujuan psikoterapi adalah untuk mengembalikan keadaan jiwa klien yang terganggu agar bisa berfungsi kembali dengan optimal, sehingga bisa berfungsi kembali dengan optimal. Pada umumnya, psikoterapi menggunakan metode wawancara tatap muka perorangan (face to face), tetapi dalam prakteknya, terdapat banyak variasi teknik psikoterapi, salah satunya adalah psikoterapi via internet / online. Psikoterapi via internet cukup banyak diminati dan sangat berguna bagi klien, karena cenderung lebih efisien dan sistematis, di mana klien tidak perlu mendatangi tempat konselor tersebut, melainkan hanya dengan membuka situs psikoterapi online dan langsung melakukan terapi yang diinginkan. 
            Proses pelaksanaan psikoterapi online akan berhubungan dengan semua perangkat pendukung layanan tersebut; hardware, software, networking infrastructure, yang memungkinkan konselor dan klien melakukan kegiatan tersebut. Psikoterapi online dengan ruang lingkupnya membawa banyak dampak positif bagi pemberian bantuan kepada klien. Psikoterapi online membantu banyak klien yang memiliki masalah dengan kecemasan, gejala depresi, permasalahan hubungan sosial, keluarga, tingkah laku, konflik di tempat kerja, dan kecanduan. 

BENTUK APLIKASI PSIKOTERAPIS DENGAN BANTUAN INTERNET
1.     ELIZA à sebuah program perangkat lunak yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum pada 1960 untuk meniru komunikasi seorang terapis.
2.     E-Terapi à sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan cara mengakses seorang profesional kesehatan mental kepada klien. 

KELEBIHAN PSIKOTERAPIS DENGAN BANTUAN INTERNET 
1.     Lebih hemat waktu, karena klien tidak peril repot untuk datang ke tempat terapis. 
2.     Lebih hemat, karena pada umumnya, psikoterapi yang dilakukan secara online memiliki harga yang lebih murah dibanding datang langsung ke tempat terapis, beberapa psikoterapis online juga tidak memungut biaya. 
3.     Cocok untuk orang yang memiliki kepribadian pemalu / canggung, karena berbicara lewat internet cenderung membuat orang tertutup lebih lugas dalam berkomunikasi. 

KETERBATASAN PSIKOTERAPIS DENGAN BANTUAN INTERNET
1.     Terapis tidak mengetahui bagaimana keadaan klien yang sesungguhnya. 
2.     Terapis tidak dapat mengetahui bahasa tubuh klien, tatapan mata, dan tata bicara klien.

Referensi: 
Ardi, Zadrian dan Frischa Meivilona Yendi. 2013. Konseling Online: Sebuah Pendekatan Teknologi dalam Pelayanan Konseling. Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 1 No. 1. 

NPM
NAMA
JOBDESK
URL
10515654
Anastasia Deanira R.
Searching
http://anastasiadeanr14.blogspot.co.id
13515663
Karinta Oktavia H.
Searching, editing
http://kavyashrxx.blogspot.com
14515234
Moch. Hesrian Z.
Searching
https://hesrianzulyana.wordpress.com
14515737
M. Reza F.
Searching
http://mfahlevi.blogspot.co.id/
16515798
Tadashi Y.S
Searching
https://tadashashi.blogspot.co.id/

Kamis, 29 September 2016

2PA04 - Tugas 1 - Kelompok 5 - Psikologi dan Internet dalam Lingkup Intrapersonal 3

INTERNET ADDICTION
Pada awalnya, internet dirancang untuk memfasilitasi penelitian antar lembaga akademik dan militer. Seiring perkembangan zaman, banyak orang telah menggunakan media ini untuk berbagai keperluan, di mana fenomena ini menjadi gempar di kalangan komunitas kesehatan mental dengan diskusi yang menempatkan titik beratnya kepada kasus kecanduan internet. Gangguan kecanduan internet meliputi banyak hal, seperti jejaring sosial, pornografi, judi online, game online, chatting, dan lain-lain. Jenis kecanduan internet memang tidak tercantum dalam diagnostik manual dan statistik gangguan mental, namun secara teknis, hal ini dikatakan sangat relevan dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu, American Psychological Association (APA) secara formal juga menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu gangguan.
Kecanduan internet atau yang biasa disebut dengan Internet Addiction Disorder (IAD), menurut Stephen Juan, Ph.D, seorang antropolog dari University of Sydney, antara lain:
·      Selalu menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga menguras waktu efektif yang ada.
Pada saat tidak menggunakan internet, muncul gejala-gejala penarikan diri, seperti cemas, gelisah, mudah tersinggung, menggigil, atau bermimpi menggunakan internet.
·      Mengakses internet lebih lama dari yang diniatkan pada awalnya.
·      Kegiatan penting menjadi berkurang demi menggunakan internet.
·      Hubungan sosial, pekerjaan, atau pendidikan terganggu karena penggunaan internet.
·      Internet digunakan sebagai alat untuk melarikan diri.
·      Menyembunyikan penggunaan internet dari keluarga atau teman.

FAKTOR ETIOLOGI TERJADINYA ADDICTION
1.     Cognitive-behavioral model
Peningkatan yang pesat dalam penggunaan internet mengakibatkan penggunaan menjadi bermasalah, bahkan menjadi penyimpangan untuk beberapa individu yang berupa kecanduan. Masalah yang memiliki korelasi yang erat dengan penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan internet adalah ketidakmampuan untuk berhenti mengakses internet, menghabiskan waktu semakin lama dengan internet, dan perasaan rindu atau cemas ketika tidak menggunakan internet.
Cognitive-behavioral model mengenai IAD mendefinisikan penggunaan internet secara sehat, seperti penggunaan internet untuk tujuan yang jelas dan dengan jangka waktu yang dianggap wajar dalam kondisi tertentu.
Davis (2001) mengusulkan Pathological Internet Use (PIU) dengan pendekatan cognitive-behavioral model, yang menekankan pikiran / kognisi individu sebagai sumber utama perilaku abnormal. Davis menetapkan bahwa gejala kognitif PIU bersifat serupa dengan dasar teori kognitif depresi, di mana menyebabkan gejala emosional.
2.     Neuropsychological Model
Seorang individu akan diklasifikasikan sebagai pecandu internet saat memenuhi salah satu dari tiga gejala berikut:
·      Merasakan bahwa lebih mudah mengaktualisasikan diri secara online dibanding secara nyata.
·      Mengalami dysphoria dan tertekan setiap tidak ada waktu untuk mengakses internet / akses internet rusak.
·      Menyembunyikan penggunaan internet kepada keluarga / orang terdekat.
3.     Situational factor
Faktor situasional juga memiliki peran dalam berlangsung / dimulainya kecanduan internet, seperti di saat memiliki masalah dalam kehidupan nyata (perceraian, kematian, dll), individu akan menyerap diri dalam dunia maya untuk mengalihkan perhatiannya, di mana hal ini dapat terjadi secara terus menerus.
4.     Compensation theory
Dalam psikologi, kompensasi diartikan sebagai sebuah strategi untuk menutupi kekurangan baik nyata / khayalan, dan inferioritas pribadi / fisik. Kompensasi yang positif dapat membantu seseorang untuk mengatasi kesulitannya. Namun, kompensasi negatif bersifat sebaliknya. Ada dua jenis kompensasi, overcompensation ditandai dengan target keunggulan, upaya untuk berjuang, dan lain-lain. Dan undercompensation yang mencakup permintaan untuk bantuan, menutup diri, dan takut untuk hidup.


JENIS-JENIS ADIKSI
Terdapat juga jenis-jenis dari IAD yang diambil dari Kimberly S. Young, et. al. (2006), antara lain:
·      Cyber-sexual addiction à kecanduan kepada hal-hal yang bersifat seksualitas yang tersaji secara eksplisit, juga terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar khusus orang dewasa.
·      Cyber-relationship addiction à individu yang kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu terlibat dalam hubungan pertemanan online, bahkan terikat dalam perselingkuhan virtual.
·      Net compulsions à kecanduan perjudian, belanja, dan perdagangan online.
·      Information overload à mengacu pada web surfing yang bersifat kompulsif.
·      Computer addiction à bermain game komputer yang bersifat obsesif.

Referensi:
Young, Kimberly S. 1999. Internet Addiction: Symptoms, Evaluation, and Treatment. Innovations in Clinical Practice Vol. 17. Sarasota, FL: Professional Resource Press.
Demetrovic, Zsolt, et.al. 2008. The three-factor model of Internet addiction: the development of the Problematic Internet Use Questionnaire.


NPM
NAMA
JOBDESK
URL
10515654
Anastasia Deanira R.
Searching
http://anastasiadeanr14.blogspot.co.id
13515663
Karinta Oktavia H.
Searching, editing
http://kavyashrxx.blogspot.com
14515234
Moch. Hesrian Z.
Searching
https://hesrianzulyana.wordpress.com
14515737
M. Reza F.
Searching
http://mfahlevi.blogspot.co.id
16515798
Tadashi Y.S
Searching
http://tadashashi.blogspot.co.id

#SIP APLIKASI PSIKOLOGI

Aplikasi Psikologi yang saya buat yaitu “happy or unhappy? ”. Dimana aplikasi ini berguna untuk melihat apakah seseorang ...